Di celahan manusia yang rawak, aku labuhkan kepala di papan yang lembab dan dingin, berembun malam, hawa yang masin . Suara-suara ombak yang menyisir tepi kapal, tiada bisa menghanyut hanya merenggut tali sauh, membuai kami yang leka mencongak bintang yang bertabur di langit tak berpurnama. Sesekali terlihat satu-dua bintang yang mencoret kaki langit dengan cahaya yang sekerdip mata. Haruskah aku mengucap harap? Dari puncak-puncak ombak aku lempar ladung rindu, dengan harapan tersentuh dasar hatimu yang ribuan depa dalamnya. Apakah engkau masih bugar di malam ini? Apakah engkau tahu aku sedang menjahit bebintang menjadi buruj wajahmu? Biar tali-tali cahaya yang aku pintal ini akhirnya menjadi benang dan lembar yang menyelimut aku pada malam yang berembun, di air yang bergolak, di celahan manusia yang rawak. Rindumu kah itu yang mengusik tali perasaan yang aku celup ke dalam laut hatimu? Ataukah hanya mainan ikan-ikan yang ikut mengejek aku yang kepingin menakluk samudera,...
Ini adalah sambungan kepada tulisan yang pernah dikongsikan pada September 2013 : Vanila “ Apa maksud kau kau nak pergi jauh? Aku tak faham.” “Aku dapat tawaran sambung belajar di US.” “Aku tak kisah kau nak pergi US ke, London ke, Korea Utara ke. Yang aku kisah janji kita!” Dia tunduk, diam. Aku jalan mundar-mandir. Dalam hati ini bergolak seribu rasa. “Aku sudah tolak tawaran-tawaran yang aku dapat sebab kita janji kita nak study sini saja. Sampai hati kau buat aku macam ni. Sampai hati kau khianati janji kita. Khianati aku!” “Maaf.” Lama diam. Angin yang tadi bertiup pun ikut berhenti berhembus. Yang ada hanya sayup bunyi-bunyi budak bermain dari seberang padang. Sedikit demi sedikit aku menyusun pemikiran aku agar tak tersalah bicara. Dia bukan orang yang suka-suka buat keputusan tanpa sebab munasabah. “Baiklah. Jujur aku marah, aku tak faham kenapa kau macam ni. Tapi itu kita sembang belakang. Tentang tawaran yang aku tolak tu aku boleh cuba buat rayuan. Tapi hal yang penting sek...
Were you the one I saw waiting at the bus stop? Or the one I caught looking while I shop? Or were you the glimpse I saw disappearing behind the wall? Was that your number in all those strange missed calls?
Was that your eyes I saw between books and novels When I go through those library’s bookshelves? Were you the one who said sorry to me For cutting the line because you need to hurry?
Were you the one in that late night train? One that was wet of the relentless rain Could you be the one I saw in the crowd crying? One that held a crumpled paper with hands shaking
I know we’ll meet someday, Be it a rainy night or a sunny day, I know we’ll meet somewhere, Be it the final train or the next book fair.
I don’t who, when, where But this I’m sure: I’ll be there.
p/s: Sorry sebab banyak posts seemed to be too personal lately.... Well, I'm back!
Comments
basically, i'm not being myself lately T___T
hurm, kau rasa diri kau mcm sekeping gambar? haha tu je yg aku mampu tafsirkan. boo! k bye. T.T
weh napeace,entry baru please...