Pages

NAJNAJAKIA BLURGG

Di sini aku coret,lakar,conteng,lukis,catat,tulis,leter,bebel,sindir,ukir,pahat,tekap,warna cerita hidup aku

Saturday, November 27

Sakit

Urgh!
Entah mengapa datang rasa mengalah
Bila yang menguji hanya helaian kertas
Selebar dua telapak

Mungkin tak keruan kerana teringat ujian yang pertama
Hingga melarat ke ujian kedua
Ah! Kalau asyik diingat-ingat memang begitu gelojak hati
Meragu jawapan yang dahulu
Hingga terganggu jawapan yang baharu
Bukan aku tak bisa mengulang ingat pesan ibu,
" Usah dibincang jawapan peperiksaan!"

Ibu, masalahnya ini dunia ramai manusia bijak-bijak
Rasanya satu kepuasan agaknya mereka mengulang jawab dengan suara
Melihat mereka tersenyum lebar keluar dewan sudah buat aku lemah
Dengar sahaja satu patah kata dan angka
Aku tahu aku screwed-up
Bukannya aku suka berbincang jawapan wahai ibu
Dalam kumpulan belajar saja aku cukup malas
Tapi telinga ini bukannya semacam mata wahai orang tuaku
Boleh dikatup tutup sampai tak terdengar suara
Cupingan telinga ini kelopaknya keras menguatbunyi suara perbincangan
Tak mampu aku melentur bagai kelopaknya mata

Kalau aku menutup telinga dengan tangan
Apa pula kata mereka?
Emosional
Ambil perasaan
Melampau
Annoying
Heh, pengalaman aku dihina waktu nerdish di sekolah dulu
Cukup agaknya dijilid jadi buku guide buat ganti buku panduan sekolah
Jadi itu buat aku jadi hati-hati bila bereaksi
Nah! Hasilnya aku jamahkan saja audio-audio busuk
yang frekuensinya menghina jawapan aku yang tadi beriya kucoret
yang amplitudnya tega mencucuk gegendang
Ranap terus harapan~ dan juga tumpuan
Hoi! Apakah rasionalnya mengup-date blog awal malam begini
Walhal esok terketar-ketar lagi menjawab, menekan mesin kira-kira
Walhal esok terdengar-dengar lagi manusia-manusia bijak
Mengira betul salah jawapan dengan sekadar mencongak

Wednesday, November 17

Fikir

Aku rasa macam bersalah pulak bila tak balik beraya. Alasan aku tak balik- Study, Exams dah dekat.
But, looking back for the past few days, I didn't really get anything academical inside of my head. Rasa semacam ada sesuatu yang yang menyumbat salur masuk ilmu dari buku ke otak.
Macam oksigen masuk dalam peparu, tapi macam segan-segan pulak nak masuk di celahan hemoglobin darah.
Too many distractions I think. Hell yeah too many.

Sesi luahan rasa.Ehem-ehem.

How would you feel if someone that you cared about disappoints you? Continuously. Intentionally. How would you feel, how would you react?
You calculate your every move so that one person will not be dissappointed by you. You calculate your every move even to an extent where you want that person to be happy. But this one person simply disappoints you with unthinkable remarks, unbelievable acts of ditching, hurting, disappointing you- continuously,intentionally. Macam bagi susu, dibalas tuba rasanya.
Simply bagi tuba.Continuously. Intentionally. How would you feel?

I tell you what I feel. It makes me wonder, " What did I do wrong?" That's a bad feeling I tell you. When you start to blame yourself- that's sucks.

When I realized I did nothing that wrong to get that kind of treatment, I'll reach my next phase: Anger. Oooh this one is totally not cool. Totally. This is the time where I felt gushes of blood into my face, when I see that one person. This is where mistakes happen. The kind of mistakes that almost irreparable. Like scolding, face-punching and stuff. This is when you should sit if you are standing, lie if you are sitting.

Next, there's a phase called "REVENGE". This is one huge crappy feeling that come into you like setan. When this one person can't get the message - "Hey, I hate what you did last time, I forgive you, but please don't do it again" - that's when REVENGE took over you. Just like setan, REVENGE is playing cosplay. It can be as subtle as 'The Silent Treatment'. (Tak tau? This is a strategy where you play indifferent to what ever this one person do. Cakap tak, tegur tak. Nothing. The pedih-est treatment ever.)
Or REVENGE will take it's fullest form: get physical. Macam gunting all stuff in that one person's wardrobe ke, or infecting the hate to another kawan ke... That's how bahaya REVENGE is.

Luckily,this one person didn't get any of that. OK. Maybe sikit. Seriously, I am a good friend, but a really bad-ass enemy. Hanya iman senipis kulit bawang ini je la beza antara kena pelempang dengan tampar sayang.

Soalan bonus: Kawan yang selalu disappoint kita ni, boleh kira kawan jugak ke eh? Sekali-sekala kira boleh maap lagi ye dak?

Nota kaki: Post ini tiada kaitan dengan sape-sape. no one but my own pengalaman. Jangan mandai-mandai buat andaian. Huhu.

Monday, November 15

Runtun

Ah hati yang kotor ini meronta-ronta lagi mengingati kamu. Tak pernah sedikitpun api rindu padamu padam, malah meliuk pun tidak.

Ah hati yang dikarat dosa ini mengharap dikifarah Tuhan. Takut terus reput rapuh sampai lupa padamu, patah terjelepuk tak terpangkin.

Ah hati ini kian lemas dengan sandiwara satu purnama. Rimas dengan hujan pilu yang merenyai bergerimis, sejuk saja tak mampu tertahan.


Ah kepala ini teruji lagi akalnya dek rasa ingin pulang. Tak sanggup kiranya mengguris hati sang tua yang menunggu, apa aku berdosa apa aku derhaka.

Ah saudaraku yang selalu amat aku rindukan. Tak sanggup lagi hati ini meneka kemana kau pergi, bila yang tinggal hanya jejak perasaan.

Ah apa adakah manusia yang aku bisa percaya, yang sedia mendengar dan bertanya khabar hatiku, kerana yang ada merasa terlalu bersalah mengintai hatiku.


Ah Tuhan! Aku perlu teman untuk kucerita semua ini!

Friday, November 12

Lupa

Sudah hitam agaknya hati ini
Sudah acap dikambus dosa
Sudah kelam agaknya dikabus dengki
Sudah kerap dihambur dusta

Sudah selalu sangat
Sampai terlupa tak ingat

Monday, November 8

Datang

Kau hadir dalam jagaku
Tanpa pernah aku memanggil
Mungkin kurindu kamu bawah sedar akalku
Atau mungkin aku yang kau rindu

Kau hadir tika kulihat anak kecil ketawa
Hadir juga tika angin petang bertiup lembut
Bagai rohmu menyatu dalam jasad dunia
Setia lagi menghampar kasih,menghilang takut

Getar sejuk bayu petang itu mengalir dari urat leherku
Terus menekan jiwa batinku, tersedu aku dengan tangis tak berlagu
Apa irama yang harus kupilih,
Bila masin air mata hanya menambah pedih

Teruskanlah kauhadir dalam hidupku, mimpiku
Teruskanlah kaudatang merobek lagi luka hatiku
Andai kepedihan saja yang mengingatkanku padamu
Aku rela ditoreh lagi seribu luka

Anak kecil itu masih tersenyum dan ketawa
Angin bayu itu masih mengalir di celah leher dan rambutku
Engkau masih datang dalam hati dan jiwa
Menabur lagi belerang pada luka hatiku

Ya Allah! Rindunya aku pada dia!!!
 NEWER POSTS OLDER POSTS HOME